Minggu, 12 November 2017

Patah Hati



dua kata yang menggambarkan rasa sakit yang teramat sangat. sakit, itu yang pasti diucapkan. seseorang boleh saja berkata semua akan baik-baik saja dan semua akan berjalan begitu saja. memang betul itu tidak akan sampai mematikan jika orang yang mengalaminya masih mempunyai pemikiran yang waras. tapi sebuah penyembuhan itu butuh proses. butuh waktu yang cukup lama untuk memulihkan rasa sakitnya.
tapi memang benar, jika waktu yang akan menyembuhkan.

kita hanya butuh waktu untuk terbiasa tanpa deringan telfonnya, tanpa kecemburuannya, tanpa omelannya, dan tanpa kata-kata yang menenangkan dan menyemangatinya.
namun, bagamana jika seseorang yang sudah berhasil kita lupakan dia hadir kembali. pasti rasa sakit itu akan kembali. bisakah kita untuk berteman lagi? atau kita akan tetap mengabaikannya?.

untuk seseorang yang gagal move on pasti berharap dia bisa balik lagi. tapi ada keraguan dalam hatinya, apakah dia akan sama seperti yang dulu lagi? apakah dia tidak akan meninggalkanmu lagi? ataukah memang dia sudah sangat berubah.
tapi menurutku, seseorang yang sudah pergi lalu dia hadir lagi, pasti rasanya sudah tidak akan sama lagi. pasti masih memikirkan kekhawatiran-kekhawatiran yang memenuhi otak kita apabila kita menjalin hubungan lagi. tapi jika masih penasaran dengannya, kenapa tidak dilanjutkan saja. tak masalah jika kita menjalin hubungan untuk yang kedua kalinya dengan orang yang sama. memberikan kesempatan untuk dia membuktikan ketulusannya.

jangan terlalu memikirkan apa yang terjadi, kamu masih muda. nikmatilah masa mudamu.
enjoy;)
cheers

jakarta, 12-11-2017

Minggu, 27 Agustus 2017

BURAM

malam ini, saat aku termenung sendiri. aku tak mengingat setiap langkah demi langkah yang aku tapaki. aku menilai diriku sendiri, dari hal terbodoh yang aku lakukan dan sepertinya aku belum melakukan yang baik untuk aku lakukan. aku masih bingung dengan arah tujuanku nanti. apa yang akan aku hadapi didepan sana?. bagaimana aku nanti? aku masih belum tahu tentang itu. aku berharap dikehidupanku nanti aku akan bahagia. tidak membingungkan seperti sekarang. bahkan aku tidak tahu apa yang aku inginkan. kadang jika aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, aku merasa biasa saja. dan semua itu berlalu begitu saja.

aku kadang tidak mengerti dengan diriku sendiri. mungkin inilah yang namanya kesepian. aku mencoba untuk menyibukan diri. melakukan ini dan itu, tapi kadang aku tidak tahu apa aku benar-benar menginginkannya atau hanya sebagai pelampiasanku saja.

aku yang sudah terbiasa hidup sendiri. ketika aku bersama mereka (tidak sendiri) aku bingung harus berbuat apa. apa yang harus dibicarakan? apa yang memang seharusnya dilakukan? aku tidak mengerti dengan itu. jika aku ingin memulai percakapan, aku ragu. takun lawan bicaraku tak merespon atau aku salah ucap. entah lah, aku tidak mengerti.

pertamakali aku hidup sendiri (tanpa orang tua ibu/ayah) kata keluargaku saat aku masih kecil. waktu itu aku masih sangat kecil. aku ditinggal oleh kedua orang tuaku merantau dan aku hidup bersama kakak dari ibuku. saat itu aku masih menyusu dan aku menyusu pada wa aku (kakak dari ibu). itu tidak keluar air susunya atau istilah lainnya adalah mengempeng (katanya sih seperti itu) kepada beliau. aku tidak ingat dengan kejadian itu.

yang paling aku ingat saat aku benar-benar sendiri adalah saat aku kelas empat atau lima SD. aku mencoba menempati rumahku sendiri. tidak lagi ikut bersama saudara. aku mengurus diriku sendiri. aku ingat, setiap kali mamah aku pulang kampung dan berangkat lagi ke jakarta aku selalu menangis sendirian di kamarku. sebenarnya aku masih kangen, tapi aku harus mengerti kalau mamah aku harus menghidupi aku menyekolahkan aku.

sebenarnya aku cerita apa sih terpotong-potong begini. :D
selamat malam, semoga esok lebih baik.
jangan lupa Bismillah

jakarta, senin dini hari, 28 Agustus 2017 1:21

Ola

Kamis, 22 Juni 2017

Pandangan pertama

"saat pertama kali aku mengenalnya,
aku jatuh hati kepadanya
melalui dua bola mata ini
aku melihat senyumnya"

Begitulah kebanyakan drama yang banyak aku lihat. Katanya pandangan pertama, sebenarnya itu hanya iseng.

Untung-untung kalau dia baper, kalau tidak juga itu hanya iseng.

Tapi benar kata orang, rasa itu datang begitu saja. Kalau kata bung fiersa besari rasa itu jorok, datang dimanpun dia mau.