Sabtu, 13 Juli 2019
Nyaman
Bersamaku malam ini
Pelukan mu menenangkan
Tatap matamu menghanyutkan
Sejenak meninggalkan bayang
Walau tak banyak kata terucap
Seakan mengerti dengan sendirinya
Tenang,
Damai,
Nyaman,
Ola
Jakarta, 14 Juli 2019
Senin, 27 Mei 2019
C U R H A T
Mendistraksikan diri untuk menulis sebuah blog. Karena hati sedang tak menentu. Gamang, bagaimana harus membangkitkan suasana lagi. Karena patah hati itu membuat ku malas.
Malam ini aku ngga bisa tidur... Memikirkan hal yang sepertinya tak ada ujung...
Aku sudah lelah mengerti dan memahami...
Jadi ya harus ku akhiri...
Dia pun sepertinya mengerti,,,
Malah dia yang memulai...
Menyalahkan itu tidak baik, jadi ya instrospeksi diri saja...
Sakit pasti, tapi mencoba untuk ikhlas...
Menangis tak akan terelakkan lagi
Tapi jangan lama-lama, jangan berlarut-larut
Ingat akan kondi badanmu yang masih belum sembuh benar
Jika tidak berjodoh ya sudah jangan memaksakan. Ingat Allah tidak suka sesuatu yang dipaksakan...
Let it flow ajah... Allah ngga tidur...
Yakin Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik... Begitupun dia...
Ngga usah khawatir dia juga akan bahagia...
Percaya sama Allah😊
28 Mei 2019
02.50
Ola Romlah Setiawan
Kamis, 23 Mei 2019
Pacaran itu dilarang,! why?
Aku baru mengerti kenapa pacaran itu dilarang.
Didalam sebuah hubungan yang dinamakan pacaran ada yang namanya masalah, dan biasanya berakhir dengan perpisahan.
Yang mana dalam perpisahan itu kita membutuhkan waktu untuk move on dan merasakan sakit hati. Yang aku tahu sakit yang sulit untuk disembuhkan ialah sakit hati. Karena itu sangat membuat seseorang menjadi malas untuk makan, minum, bahkan mandi. Bahkan lebih parah dari itu semua ialah kita bisa melakukan hal bodoh terhadap diri kita sendiri.
Itulah kenapa pacaran itu dilarang, karena jangan sampai kita melakukan sesuatu yang bodoh terhadap diri kita
Apa lagi pacaran untuk anak yang masih sekolah kenapa itu sangat tidak dianjurkan. Karena saat sedang patah hati tidak fokus terhadap sekolahnya. Malas untuk belajar dan nilaipun akan turun
Minggu, 07 April 2019
Ya
Mungkin sudah saatnya untuk menegakkan bahu. Membiarkan semuanya berakhir sampai detik ini. Agar tak terlalu gamang untuk menjalani setiap jengkal nafas.
Biarkan rasa itu menguap dan perlahan menghilang. Sampai kau pun lupa telah merasakan getirnya sandiwara.
Kamis, 21 Februari 2019
Menikah...?
Menikah....
Gyeolhon...
Apakah aku akan mengalami itu? Sepertinya itu kata-kata yang amat sangat keramat. Mungkit itu seperti kata-kata kematian. Kadang merasa menggebu-gebu, kadang merasa enggan.
Aku tak tahu,
Sepertinya untuk saat ini aku belum. Entah esok...
Mungkin ada seorang yang akan mengajakku
Entahlah...
Sebenarnya bukan karena aku tidak mempercayai diriku kepadamu, namun aku yang sangat tidak mempercayai diriku bisa dimiliki olehmu. Bukan karena aku takut menyerahkan hidupku padamu, aku hanya takut akan kekecewaanmu padaku.
Aku masih belum benar-benar percaya seseorang bisa menerima aku apa adanya. Aku masih belum menemukan yang seperti itu. Mungkin itu yang masih membuat aku ragu. Ragu untuk melangkah, ragu untuk mempercayai sepenuhnya, ragu untuk menyerahkan seluruh hidupku kepada orang lain (kecuali ibuku).
Ya Allah...
Engkaulah pemilik hati setiap hamba-Mu...
Bukakanlah hatiku untuk bisa ikhlas menerima apa yang Engkau kasih kepadaku yang penuh dengan kekurangan ini.
Engkaulah yang maha membolak balik kan hati manusia.
Menikah itu sunnah yang kau anugerahi kepada hambaMu...
Maka, berikanlah yang terbaik untuk hambaMu ini yang sedang dalam gundah gulana atas ibadah yang kau anjurkan...
Semoga Engkau membukakan hatiku, pikiranku, untuk bisa memantapkan pilihanku nantinya Ya Allah Yang Maha Rahman dan Rahim...
Semoga sesuatu yang baik yang Engkau pilihkan untukku. Untuk menemani seluruh hidupku dunia akhirat. Amin
Rabu, 20 Februari 2019
Kematian memang akan datang pada siapa saja. Tak terkecuali dengan aku.
Aku, bisa saja detik ini aku bisa meninggalkan dunia ini selamanya. Saat aku memikirkan itu kadang aku merasa takut, kadang aku menginginkan itu segera terjadi.
Untuk saat ini yang pasti aku sangat damai untuk meninggalkan semuanya. Sepertinya tidak ada beban untuk aku agar cepat-cepat pergi. Aku sepertinya akan ikhlas meninggalkan dunia ini jika keadaanku seperti sekarang.